Tips Sederhana Memotret Serangga

Tips Fotografi – Menjadikan serangga seperti kumbang, kupu-kupu, lebah atau bahkan semut sebagai objek foto mungkin bukan hal baru lagi. Apalagi bagi mereka yang menggemari fotografi makro dan alam bebas, tentu sering menjadikan serangga menjadi modelnya.

Namun untuk dapat memperoleh foto serangga sesuai yang kita inginkan itu bukan perkara mudah. Hal ini dikarenakan serangga bukanlah model yang dapat mengikuti petunjuk seperti yang kita inginkan. Belum lagi munculnya serangga-serangga yang ingin kita potret tidak bisa setiap saat. Tergantung waktu dan cuaca, bahkan kadang tergantung musimnya. Butuh kesabaran tinggi, serta latihan dan eksekusi yang cukup banyak untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

Untuk memperoleh hasil foto serangga yang baik, ada beberapa tips yang mungkin dapat kamu praktekkan. Yang pertama adalah dengan memilih lensa dan perlengkapan yang tepat. Memotret serangga itu beradu kecepatan dengan momen dan gerakan serangga itu sendiri. Apalagi jika ingin menghasilkan foto dengan close up yang begitu dekat. Maka kita akan membutuhkan lensa makro dengan perbesaran yang cukup serta fokus yang cepat. Jika merasa ragu untuk mendekati serangga tersebut, maka focal length dari lensa yang akan kita gunakan juga sangat penting.

Pencahayaan juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Waktu terbaik untuk memotret serangga adalah pagi dan sore hari. Namun terkadang, sulit mendapatkan pencahayaan yang baik di waktu-waktu tersebut. Jika menggunakan flash yang terlalu kuat, khawatir serangga yang ingin difoto malah pergi menjauh. Beberapa pabrikan perlengkapan kamera sudah ada yang memproduksi ring-flash. Alat ini cukup efektif karena menghasilkan pencahayaan yang rata dan tidak terlalu keras atau mengagetkan serangga. Contoh dari ring flash ini dapat anda lihat disini.

tips fotografi serangga makro

Credits : leafsbeefs.com

Tips selanjutnya yang dapat dilakukan untuk memperoleh foto serangga yang memuaskan adalah dengan melakukan eksplorasi. Saat anda memfokuskan perhatian ke kupu-kupu yang sedang bersantai, bukan berarti di sekitarnya tidak ada kumbang yang sedang bermain dan semut yang sedang berebut makanan. Jangan habiskan fokus dan waktu anda hanya pada satu titik saja.

Eksplorasi tidak hanya perlu anda lakukan pada lingkungan dan serangga saja. Jangan lupakan untuk eskplorasi sudut pengambilan dan pencahayan atas srangga tersebut. Foto serangga tampak samping akan menimbulkan kesan berbeda dengan foto yang diambil dari tampak depan. Apalagi jika anda berhasil melakukan close up mata serangga yang sangat eksotis. Lakukan eksplorasi maka anda akan memperoleh banyak hasil foto serangga yang memuaskan.

Yang terakhir dan paling penting dari menjadikan serangga sebagai model foto adalah bersabar. Serangga adalah hewan kecil yang malu-malu dan mudah terusik dengan kehadiran manusia. Jika anda gagal mendekati serangga tersebut, jangan menyerah, coba lagi berulang kali.

Serangga juga bukan model professional yang mau mendengarkan instruksi fotografer untuk miring ke kiri kanan dan senyum ke kamera. Mau didekati saja rasanya sudah sangat baik. Maka dari itu, kesabaran harus menjadi modal yang besar jika anda ingin memperoleh hasil foto yang maksimal.

Itulah beberapa tips memotret serangga untuk anda yang khususnya masih pemula. Jangan lupa untuk membaca artikel tips fotografi makro pemula. Semoga sukses dan semoga artikel ini bermanfaat.

Add Comment