Tips Sederhana Fotografi Makro Untuk Pemula

Belakangan ini saya melihat fenomena yang cukup menarik. Setiap saya berkunjung ke galeri foto salah satu komunitas fotografi Indonesia, saya melihat adanya foto serangga yang cukup mendominasi di setiap halamannya. Ya, fotografi makro sepertinya mulai banyak peminatnya.

Meski terlihat sederhana, ternyata fotografi makro tak segampang yang terlihat. Mendapatkan foto serangga dari jarak dekat bukanlah perkara mudah. Belum lagi kebanyakan serangga antipati dengan keberadaan manusia. Mereka selalu berlari atau bahkan terbang jika didekati.

Oleh karena itu, ada beberapa tips sederhana yang mungkin dapat membantu fotografer pemula untuk mengeksekusi foto makro. Semoga dapat bermanfaat. Dan jika ada yang ingin menambahkan, silahkan tulis di kolom komentar, nanti akan diupdate.

Hey You, Help Me With This!Usahakan untuk menggunakan lensa khusus makro/mikro
Lensa khusus makro sudah didesain untuk spesialisasi fotografi makro. Lensa tipe ini biasanya memiliki perbesaran 1:1 atau bahkan lebih. Namun sayang, lensa makro identik dengan harga yang mahal. Oleh karena itu, anda dapat menggunakan alternatif lain seperti menggunakan extension tube, reverse ring atau filter close up.

Gunakanlah Aperture Sempit
Mengeksekusi foto makro biasanya dilakukan dengan jarang yang sangat dekat. Dan foto yang dihasilkan akan memiliki ruang tajam (DoF) yang sangat sempit. Oleh karena itu, gunakanlah aperture sempit (f/8 keatas) untuk memperluas ruang tajam yang didapat.

Cobalah untuk tidak menggunakan ISO tinggi
Jika alat yang anda pergunakan tidak memungkinkan mendapatkan perbesaran yang wah, dan berniat melakukan perbesaran dengan cara cropping, cobalah untuk tidak menggunakan ISO terlalu tinggi. ISO yang terlalu tinggi akan menimbulkan grain pada hasil foto, terlebih ketika anda melakukan cropping. Grain juga cenderung mengurangi ketajaman foto.

Pastikan kamera tidak shake/goyangMacro Lady Bug
DoF yang sempit pada foto makro berdampak pada susahnya untuk melakukan fokus pada objek. Sedikit guncangan saja, maka fokus dipastikan dapat meleset. Untuk mengatasi ini, pastikan kamera tidak mengalami shake ketika akan melakukan eksekusi. Anda dapat menggunakan tripod jika ingin. Namun jika saya sendiri, saya mengatasi ini dengan menggunakan speed tinggi diatas 1/125. Hal ini juga berguna untuk mengantisipasi pergerakan serangga.

Gunakan bantuan cahaya lampu flash
Foto makro yang dihasilkan dengan cahaya alami tentu saja sangat baik. Namun saya jarang sekali dapat mengeksekusi foto makro dengan setingan aperture sempit – ISO rendah – speed tinggi tanpa bantuan flash.
Jika anda tidak memiliki external flash, anda dapat menggunakan internal flash pada kamera. Cobalah untuk kreatif dengan membuat diffuser sendiri dari kotak odol dan kertas tisu. Itu sangat membantu.

Cobalah untuk selalu menggunakan manual fokus
Untuk mendapatkan perbesaran maksimal, cobalah untuk selalu menggunakan manual fokus. Caranya, setting lensa anda pada manual fokus, dan gunakan titik fokus terdekat. Lalu temukan fokus yang tepat dengan memaju-mundurkan lensa di depan objek hingga mendapatkan fokus yang pas.

One Response

Add Comment