Tips Ketika Baru Membeli Kamera DSLR? Lakukan Hal Berikut Ini!

Ketika agan atau aganwati baru saja membeli kamera baru dari toko, atau agan lainnya, pasti sudah tidak sabar untuk menggunakna kamera tersebut. Entah itu kamera DSLR, atau yang lagi trend sekarang ini adalah kamera mirrorless. Tapi saat keluar dari kotak, tiba-tiba agan bingung karena tidak tahu harus berbuat apa dengan begitu banyak tombol dan fitur yang tampak. Maka jangan khawatir, ini adalah beberapa tips yang harus agan lakukan kalau baru saja memegang kamera DSLR.

Pertama, Cek Kelengkapakan!
Saat memberi barang apapun, termasuk juga kamera DSLR, maka yang harus diperiksa pertama kali adalah kelengkapan dari kamera tersebut. Yang harus tersedia agar kamera agan bisa segera dipakai adalah body kamera, lensa kamera yang sesuai, baterai kamera, charger baterai, kabel data dan tentu saja media penyimpanan atau memory card. Untuk memory card, pastikan pula memang itu adalah jenis memory yang sesuai dengan yang kamera agan butuhkan. Entah itu SD Card, CF atau jenis lainnya. Jika sudah lengkap, maka lanjut ke step kedua!

Tips setting kamera dslr baru

Format Memory Card
Selanjutnya adalah masukkan baterai kamera serta memori card ke slot masing-masing. Jika baterai dalam kondisi kosong, maka charging terlebih dahulu hingga baterai penuh. Selanjutnya, format memory card agan dengan menggunakan fitur format card yang ada di kamera. Dalam beberapa kasus, memory card yang diformat dengan komputer ternyata bisa saja tidak terbaca saat dimasukkan ke dalam kamera. Biasanya, untuk format kamera ini ada di menu setup / setting kamera.

Tentukan Kualitas Gambar
Nah, langkah selanjutnya adalah menentukan kualitas hasil foto yang ingin diperoleh. Biasanya kalau fotografer yang ingin melakukan editing dan penyesuaian di komputer, menyimpan hasil foto di kamera dalam bentuk RAW terlebih dahulu. Namun jika agan ngerasa RAW memakan banyak space memori, maka kualitas foto Large / Fine saja sudah cukup. Tergantung kebutuhan agan saja. Kalau merasa memori banyak, tidak ada salahnya juga pakai RAW + Fine!

Pilih Jenis Metering
Metering digunakan untuk melakukan pengukuran jumlah cahaya yang dibutuhkan untuk masuk ke dalam sensor kamera. Jenis metering ini yang kemudian akan mempengaruhi keterkaitan kebutuhan ISO, aperture dan shutter speed. Kalau agan masih nubie, maka pakai saja metering evaluative atau matrix, tergantung merek kameranya. Nanti kalau sudah tinggi jam terbang, lama-lama juga jadi paham perbedaan kebutuhan antara evaluative / matrix, spot metering, center-weighted dan lainnya.

Pilih Metode dan Titik Fokus
Kalau agan mau coba-coba, kamera DSLR biasanya sudah memfasilitasi kalau agan mau coba metode fokus manual. Tapi kalau saran ane, coba saja metode auto-fokus dahulu. Dalam view-finder kamera DSLR, nanti ada banyak titik fokus yang agan bisa pilih. Titik fokus ini bisa dinyalakan semua yang akan mendeteksi secara otomatis, atau bisa dipilih titik dimana agan mau fokus. Lagi-lagi, latihan bikin semua jadi lancar!

Setting ISO Dulu Gan!
Meski disarankan untuk setting ISO pilih yang auto saja, tidak ada salahnya untuk sekaligus belajar mengenal penggunaan ISO. Misal agan mau foto-foto di pantai yang terang benderang, ISO buat ke 100 atau 200 aja. Misalkan agan ternyata mau foto-foto di tempat yang teduh, maka ISO 200 atau 400 rasanya pas. Tapi kalau agan masih ragu, auto juga enggak salah kok. Nanti dari hasil foto, diliat berapa ISO auto yang digunakan. Dari situ agan bisa belajar lagi!

Mode Exposure Auto, Semi atau Manual???
Nah ini adalah yang sebenarnya rada tricky. Banyak yang bilang, kamera keren kok pakenya Auto. Jadi saran saya, lagi-lagi liat kebutuhan agan mau moto apa. Misal agan mau moto teman atau objek lainnya, pakai metode aperture priority. Jadi agan hanya perlu mengatur aperturenya saja, nanti shutter speed akan menyesuaikan. Tapi misal agan mau moto dengan speed rendah (slow speed), atau butuh speed tinggi seperti moto even olahraga, maka pakai metode shutter pririty!

Nah, setelah agan melakukan setting semua itu tadi, agan sudah siap untuk terjun ke lapangan dan mulai mengambil gambar. Jangan takut hasilnya mengecewakan, yang penting banyak berlatih saja. Oke, semoga bermanfaat ya!!

Add Comment