Real Steel (2011), Ketika Tinju Bukan Lagi Olahraga Biasa

Tahun ini sepertinya menjadi kejayaan bagi film bergenre robot. Setelah Transformers 3, satu lagi film pertarungan antar robot yang diproduseri Steven Spielberg dirilis. Uniknya, di film yang baru saja rilis ini, pertarungan antar robot tidak dilakukan dengan menembakkan pistol laser atau roket. Mereka bertarung secara jantan di arena tinju dalam film Real Steel.

Real Steel adalah sebuah film adaptasi dari sebuah cerita lawas berjudul “Steel”, yang kemudian ceritanya dikembangkan oleh John Gatins. Dengan campuran aksi dan permainan emosi, plus sedikit romantisme, jalan cerita Real Steel sangat menghibur dan tidak membosankan. Cerita yang memuat bagaimana seseorang berusaha bangkit dari keterpurukan, dan pencarian jati diri memang selalu menjadi poin menarik dalam sebuah cerita.

Film Real Steel disutradarai dengan baik oleh Shawn Levy. Ditengah ramainya kritik pertarungan Autobots dan Decepticon yang sedikit membosankan di film Transformers 3, Levy berhasil menciptakan pertarungan penuh emosi dan membangkitkan rasa tegang bagi penonton Real Steel. Levy yang sukses dengan film komedi Night At The Museum ternyata piawai menghadirkan aksi adu jotos antar atlet robot besi dengan bobot ratusan kilogram. Ditambah dengan visual efek yang ‘wah’, duel robot dalam ring tinju ini semakin menarik.

Dalam pembuatannya, film yang mengambil lokasi syuting di Michigan ini diperkirakan menelan biaya sekitar $80 juta. Sederet bintang juga meramaikan film ‘Rocky Balboa era Modern’ ini. Sebut saja Hugh Jackman (Charlie Kenton), Dakota Goyo (Max Kenton) dan Evangeline Lily (Bailey Tallet).

Sinopsis Film Real Steel (2011)
Charlie Kenton adalah seorang mantan petinju yang baik, namun ia belum pernah meraih gelar juara. Hingga akhirnya ia beralih profesi menjadi ‘promotor’ tinju kecil – kecilan. Namun disini, dia tidak menjadi promoter tinju manusia. Zaman telah beralih, olahraga tinju kini digantikan oleh robot besar dan canggih. Dan Charlie berkeliling ke setiap kota, untuk menghancurkan robot tinjunya. Hal ini membuat Charlie terlilit banyak hutang.

Ditengah keputusasaanya, Max yang ternyata merupakan anak kandungnya hadir. Ia memaksa Charlie untuk melatih Atom, sebuah robot tua yang merupakan bekas robot ‘sparing’ atau sansak. Max memaksa Charlie untuk melatih atom bertinju, dengan menggunakan semua ilmu tinju yang ia ketahui semasa masih aktif dahulu. Dengan berbagai desakan, akhirnya Charlie bersedia membangun robot, dan melatih robot tersebut untuk bertinju.

Trailer / Cuplikan Film Real Steel 2011

2 Comments

  1. IndoMovie February 26, 2014
    • admin March 15, 2014

Add Comment