Kentut, Film Terbaru Dari Deddy Mizwar

Deddy Mizwar kembali mempersembahkan satu film berkualitas di kancah perfilman Indonesia. Film yang berjudul ‘Kentut’ ini kembali mengangkat tema sosial, budaya, religius dan unsur politik. Dan seperti telah menjadi ciri khas Deddy Mizwar dalam membuat sebuah film, maka unsur hiburan berupa sentuhan komedi juga menghiasi film ‘Kentut’ ini.

Selain Deddy Mizwar, sederet nama besar tokoh hiburan di Indonesia ikut meramaikan film ini, sebut saja Ira Wibowo, Cok Simbara, Hengky Tornando, Anwar Fuady dan pedangdut Iis Dahlia. Sementara Sutradara dan Penulis film yang berlokasi syutting di Bandung dan Lembang ini diserahkan kepada Aria Kusumadewa.

Film Kentut, atau juga sempat digosipkan berjudul ‘Tuhan berikan aku kentut’ ini digarap oleh Citra Sinema sejak bulan Januari 2011 lalu ini akan mulai tayang di bioskop pada 1 Juni 2011.

 

 

Sinopsis Film Kentut – diambil dari 21cineplex.com

“Di negeri ini kebenaran dan kebetulan tipis bedanya…”

Patiwa, salah satu kandidat Bupati di Kabupaten Kuncup Mekar, ia harus menjalani operasi medis akibat Dada kanannya tertembak saat berkampanye. Pasca operasi, Patiwa tetap harus menjalani perawatan serius di Rumah Sakit, karena dia harus menunggu hingga keluarnya KENTUT.

KENTUT yang semula dianggap remeh, seketika menjadi persoalan penting dan melibatkan banyak pihak. Sementara hari pemilihan kursi Bupati tinggal sedikit waktu. Kepanikan menimbulkan konflik besar antara pihak Rumah Sakit dengan Tim Sukses Patiwa yang dipimpin perempuan cerdas nan jelita bernama Irma. Situasi ini dimanfaatkan oleh kandidat lawan bernama Jasmera yang selalu tampil berapi-api untuk mendapatkan simpati masyarakat. Jasmera bersama Delarosa penyanyi dangdut yang fenomenal sebagai pasangan Cawabup, selalu meneriakkan slogan anti kemunafikan dan memiliki program- program kampanye kontroversial serta cenderung nyeleneh. Untuk memperlambat keluarnya KENTUT Patiwa, maka Jasmera meminta bantuan paranormal, dengan harapan agar Patiwa dinyatakan berhalangan tetap, hingga tidak dapat mengikuti putaran kedua.

Rumah Sakit berubah suasananya. Dokter Kepala, Satpam, dan seluruh karyawan Rumah Sakit semakin kelabakan dengan munculnya para pemburu berita dan beragam kelompok Agama . Mereka berkumpul untuk berdoa bagi kesehatan Patiwa, dengan seremoni yang berbeda satu sama lainnya. Situasi Rumah Sakit tidak lagi nyaman, karna mendadak berubah menjadi ruang politik. Menjadi ruang harapan bagi kepentingan banyak orang. Akhirnya KENTUT menjadi idola dari semua peristiwa yang terjadi

“Tidak ada satupun ciptaan Allah yang sia-sia”

Leave a Reply

Baca Juga Postingan Berikutclose