4 Alasan Mengapa Android Kamu Tidak Perlu Di Root

Tips Android – Sejak pertama kali diperkenalkan secara komersial, smartphone dengan sistem operasi Android memang sudah dikenal sebagai sifatnya yang Open Source. Artinya, smartphone Android ini dapat dikembangkan atau juga dikustomisasi sesuka hati oleh penggunanya. Hal ini yang kemudian menjadikan salah satu keunggulan dasar dari OS Android.

Namun karena beberapa alasan, akses untuk melakukan kustomisasi tersebut dibatasi oleh pabrikan ponsel. Tujuannya antara lain untuk mengurangi kemungkinan kerusakan ponsel akibat kustomisasi yang tidak sesuai dan merusak sistem ponsel Android itu sendiri. Untuk memperoleh hak akses kustomisasi tanpa batas tersebut, pengguna harus terlebih dahulu membuka hak akses tersebut. Caranya adalah dengan melakukan rooting.

Rooting sendiri memang memberikan manfaat yang cukup banyak, jika kamu memang ingin melakukan kustomisasi atas ponsel Androi kamu. Tapi dengan kondisi tertentu, ternyata Rooting bukanlah hal mutlak yang harus kamu lakukan jika kamu adalah pengguna ponsel Android. Ada beberapa alasan mengapa kamu tidak perlu me-rooting ponsel android kamu!

Mengapa Root Android Itu Enggak Perlu

Alasan Kenapa Tidak Perlu Rooting Android Kamu

#1 Rooting Menghanguskan Garansi
Sejak awal kemunculannya, pabrikan ponsel Android sudah memberikan peringatan bahwa melakukan rooting smartphone yang mereka jual dan melakukan modifikasi OS akan menghanguskan garansi yang mereka berikan. Meskipun kemudian kerusakan muncul bukan karena proses rooting yang kamu lakukan, misal speaker atau microphone rusak, layar tidak responsif, tetap saja pabrikan akan menolak klaim kamu.

Memang belakangan ini ada cukup banyak pabrikan atau brand yang kemudian memberikan garansi serta jaminan bahwa rooting pada ponsel produksi mereka tidak menghilangkan garansi. Tapi sebaiknya perlu pastikan dengan jelas saat kamu membeli ponsel tersebut. Apakah garansi secara keseluruhan, atau hanya garansi hardware saja. Karena ada juga pabrikan yang menolak untuk memperbaiki ponsel Android yang rusak karena proses rooting atau instalasi custom OS yang gagal.

#2 ROM Bawaan Mulai Lebih Stabil
Alasan kebanyakan orang melakukan root pada smartphone Android mereka adalah agar dapat menggunakan custom ROM. Biasanya karena ROM bawaan atau stock memiliki bug, kekurangan fitur tertentu atau juga fitur berlebihan yang memberatkan ponsel. Sehingga menggunakan custom ROM dianggap sebagai solusinya.

Memang tidak ada yang salah dengan cara ini. Toh dengan cara tersebut kamu bisa mendapatkan custom ROM sesuai keinginanmu. Namun perlu diketahui pula kalau saat ini stock ROM yang diusung ponsel Android terbaru cenderung lebih stabil serta memiliki fitur-fitur yang sudah dioptimalkan. Sehingga kalau memang enggak terpaksa banget, rasanya menggunakan stock ROM juga tidak masalah.

#3 Celah Keamanan Semakin Terbuka
Dengan melakukan rooting, berarti kamu sudah membuka akses ke sistem smartphone Android kamu selebar-lebarnya. Sehingga kamu bebas untuk memasuki sistem, melakukan modifikasi fitur atau fungsi dari smartphone kamu. Istilahnya, benar-benar akses ke sistem tanpa ada batasn.

Namun perlu diperhatikan bahwa hak akses yang terbuka lebar itu juga tidak hanya bisa digunakan oleh kamu. Tapi bisa juga diakses oleh tangan-tangan jahil yang ingin menyusupi smartphone kamu. Dengan terbukanya akses sistem, maka pihak yang tidak bertanggung jawab bisa saja memasang spyware atau virus yang dapat merusak smartphone atau bahkan mencuri data-data penting yang sering kamu akses lewat ponsel.

Baca juga : Cara Ngecas Hape Yang Benar

#4 Rooting Itu Tricky
Kalau kamu mencari tutorial cara rooting ponsel android yang kamu gunakan, dijamin pasti bisa kamu temukan dengan mudah di internet. Dengan mengikuti proses dan tahapan rooting tersebut, maka kamu dapat memperoleh bahan untuk rooting dan belajar cara melakukannya. Mudah bukan?

Tapi rooting atau juga lanjut ke instalasi custom ROM ke smartphone android itu adalah proses yang agak-agak tricky. Meski terlihat gampang, ponsel yang sama kadang butuh perlakukan dan proses yang berbeda untuk rooting dan instalasi custom ROM tersebut. Kalau kamu sudah berpengalaman sih tentu tidak ada masalah. Tapi kalau kamu pemula, siap-siap saja kalau ponsel tiba-tiba mengalami yang namanya bootloop atau bahkan brick!

Nah, itu 4 alasan mengapa ponsel android tak perlu di root versi kami. Kalau ada yang salah, mohon dikoreksi. Tapi tentu saja, tiap orang punya alasan dan kebutuhan mereka masing-masing. Jadi tak ada yang benar atau juga salah soal pendapat ini. Yang jelas kalau kamu memutuskan untuk me-root ponsel android kamu, do it with your own risk!